Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Jalan Cahaya Kartini

Sepertinya akan lebih bermakna, bila membaca Kisah Hidup Raden Ajeng Kartini dari sisi pemahaman mendalam almarhumah terhadap idiom Dari Gelap Menuju Cahaya. Filosofi ‘Cahaya Setelah Kegelapan’ dipahami dari sebuah Kitab Tafsir Berbahasa Jawa Pertama di Dunia, dicetak pada November 1893 oleh Percetakan HM Amin Singapura. Di sampul kitab setebal 503 halaman berjudul Faidlur Rahman fi Tarjamati Tafsir Kalam Malikid Dayyan itu tertera jelas sang mushannif, KH. Sholeh bin Umar Assamarani. Kyai Sholeh Darat, beliau biasa disebut. Darat adalah nama Desa tempat pesantrennya berada. Assamarani adalah Semarang. Kiai Hebat. Bagaimana tidak dua murid beliau kelak menjadi Muassis dua organisasi Islam terbesar di dunia: Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Tidak seperti puluhan atau bahkan ratusan judul buku berbahasa dan terbitan Belanda yang sudah dilahap Kartini sebelumnya, Kitab Tafsir Alqur’an Bahasa Jawa ini begitu menarik hatinya. Kartini bahkan menjadi Asbubul Wurud, musabab penting sampai ak…